Setelah kamu telah memutuskan untuk menggunakan VPS dalam membangun sebuah website (Baca : Pakai VPS atau Hosting ?, Pertimbangkanlah Pilihan Kamu), kamu mungkin akan dihadapi sebuah pilihan yang sepele namun cukup membuat pikiran anda bingung.

VPS apa yang akan kamu gunakan, VPS Lokal atau VPS Interlokal ?. meskipun sama - sama VPS namun yang membedakannya adalah letak dari data center yang akan kamu tempati, sehingga kamu bisa menentukan apakah data kamu ditaruh di Indonesia atau di Luar Negeri.

Dalam artikel kali ini saya akan melakukan perbandingan antara VPS Lokal dengan VPS Interlokal berdasarkan data - data yang saya punya, meskipun begitu data yang saya punya tidak begitu akurat dan membutuhkan sedikit penjelasan agar artikel ini bisa dipahami dengan jelas.

1. Ketersediaan Bandwith

Faktor yang membuat VPS itu terlihat berkualitas dan bagus ya tidak lain adalah ketersediaan bandwith yang memadai, bandwith ini di ibaratkan sebagai lebarnya jalan raya yang terdapat di kota kamu, semakin lebar jalannya maka semakin jarang ada kemacetan (Baca : Tips memilih server berdasarkan lokasi data centre).

Jika kamu menggunakan VPS Lokal (IIX) mungkin kamu harus bersabar dalam melakukan instalasi kenapa ?, karena VPS Lokal (IIX) tidak memiliki bandwith yang cukup besar untuk menangani segalanya dari Indonesia ke Luar Negeri. akibatnya justru sangat serius mulai dari lemotnya data transfer, lamanya instalasi server, pengunjung luar negeri sangat susah mengakses situs kita, bahkan hal - hal lainnya yang tidak bisa kita duga - duga.

Namun bagi kamu yang menggunakan VPS Lokal kamu tidak perlu khawatir terhadap lamanya respon server ke browser kamu, karena sudah pasti waktu transfernya dibawah 100 ms. bagaimana dengan VPS Interlokal ?, pertanyaan ini tergantung dari pilihan anda apakah kamu menggunakan VPS negara tetangga atau menggunakan VPS yang data centrenya lebih jauh lagi dari tetangga sebelah.

Jika kamu salah memilih lokasi VPS akibatnya malah sangat fatal yaitu terjadinya load yang sangat lama, proses instalasi agak tersendat namun nyatanya lancar - lancar saja, dan hanya menguntungkan pengunjung luar negeri.

Dalam hal ini VPS Lokal dan VPS Interlokal dianggap seri, karena pemilihan VPS hanya bergantung dari target pengunjung dari negara mana saja. jika target pengunjungnya hanya orang lokal, menggunakan VPS Lokal bukanlah hal yang buruk.

2. Hardware Yang Digunakan

VPS Lokal dan VPS Interlokal memiliki perbedaan yang sangat jauh pada bagian hardware yang digunakan, dalam hal ini banyak pendapat yang mengutarakan bahwa VPS Interlokal lebih bagus dan VPS Lokal masih jelek.

Jika dilihat dari pengalaman, VPS Interlokal memiliki spesifikasi hardware yang lebih tinggi dari VPS Lokal. Contohnya VPS Interlokal yaitu DigitalOcean sampai oVH mereka menggunakan spesifikasi yang cukup tinggi bahkan harganya pun jauh mengalahkan VPS Lokal yang ditawarkan oleh provider lokal tentunya.

Untuk VPS Lokal saya sendiri tidak pernah melihat ada VPS yang memiliki hardware yang tinggi kecuali harganya itu mahal dan memang provider tersebut sangat populer di Indonesia, di Indonesia ada CloudKilat yang dikenal sebagai rajanya VPS Cloud di Indonesia.

Setelah saya mencobanya itu memang benar, tidak ada kendala dalam menggunakannya tapi sayangnya tidak semua provider hosting yang berani seperti CloudKilat. maka dalam hal ini VPS Interlokal memiliki nilai plus dibanding VPS Lokal meskipun sudah ada CloudKilat, namun terkadang CloudKilat memiliki sedikit masalah yang tidak sebesar provider lainnya.

3. Biaya yang ditawarkan

Hal yang menarik untuk dibandingkan adalah biayanya, mereka beranggapan bahwa VPS itu mahal karena mungkin mereka belum pernah menggunakan VPS. untuk masalah biaya mungkin memang tidak bisa ditawar - tawar lagi apalagi untuk situs yang sudah besar, ini malah menjadi kewajiban untuk menggunakan VPS.

Untuk VPS Lokal kebanyakan menawarkan harga paling rendah adalah Rp. 150.000 sampai Rp. 120.000 dengan spesifikasi hardware yang sudah pasti tidak bisa diharapkan, memang hal ini sangat krusial pada saat instalasi server namun jika anda memiliki sedikit skill pada bidangnya maka hal ini bukanlah masalah.

Jika VPS Lokal menawarkan harga Rp. 150.000 maka VPS Interlokal bisa menawarkan harga termurahnya dari Rp. 135.000 sampai Rp. 81.000 dengan hardware yang juga sangat terbatas, namun sayangnya tidak semua provider interlokal yang berani memasang harga tersebut tanpa menggunakan kuota transfer. pasti ada kuotanya dan jika sudah habis maka VPS tidak bisa digunakan lagi.

Dalam masalah biaya VPS Interlokal masih menjadi pemenangnya karena VPS Lokal masih menawarkan harga yang cukup mahal, namun harap dimaklumi karena infrastruktur kita belum sehebat negara lain.

Kesimpulan

Dalam artikel ini saya mungkin bisa menarik kesimpulan bahwa tidak ada produk yang sempurna pasti ada saja kelemahannya, tapi disini saya tidak membanggakan VPS Interlokal karena saya sendiri sudah menggunakan CloudKilat. CloudKilat mungkin bisa dijadikan contoh kalau Provider di Indonesia ingin berbenah diri dan siap menuju dunia digital yang serba cepat.