Selamat pagi semuanya, jika kalian mendapat artikel ini berarti kalian telah mengakses server baru milik kolombaru yang lebih fresh dari sebelumnya. Kolombaru yang sebelumnya menggunakan Shared Hosting yang berpusat di Singapore kini sudah berpindah lebih jauh untuk jangkauan akses yang luas dengan layanan VPS di amerika.

Ngomongin tentang VPS nih ya bro atau memiliki nama panjang Virtual Private Server ini hampir mirip fungsinya dengan Dedicated Server, bedanya hanyalah VPS adalah server yang terletak di dalam server mirip kos-kossan dan Dedicated Server adalah satu server penuh yang mirip seperti rumah milik sendiri.

VPS dengan Hosting mungkin perinsipnya lumayan sama karena dua-duanya terletak di dalam server, namun bedanya hosting itu semacam program yang berjalan dalam sebuah sistem operasi sedangkan VPS adalah sistem operasinya.

Jika kalian bertanya apa sih bedanya VPS dengan Dedicated Server mungkin saya akan menjawab banyak sekali perbedaan yang mendasar dari segi spesifikasinya, namun jika dibahas sekarang mungkin akan sedikit OOT dengan pembahasan dalam artikel ini.

Dalam mengoprasikan sebuah VPS, banyak sekali beban yang akan diterima oleh si pemilik VPS tersebut dari Install Sistem Operasi, Konfigurasi MySQL Server, dan lain sebagainya. meskipun prosesnya hanya sebentar (tidak termasuk masa propagasi domain) namun jika ada sedikit saja kesalahan maka resiko keluarnya status error akan banyak.

Pemilik VPS dituntut agar dapat menjalan sistem operasi yang telah dipilih, karena jika tidak ya mungkin VPSnya tidak akan bisa digunakan. lebih dari itu pemiliknya juga harus paham betul kapan waktunya merestart VPS karena pengunjung pasti selalu datang setiap saat dengan jumlah yang berbeda-beda. maka dari itu jika kalian membaca artikel ini saya berharap kalian bisa mengerti untuk apa saya menggunakan VPS, dan berikut adalah Hal - hal yang harus dipertimbangkan jika ingin menggunakan VPS.

Hosting yang kalian gunakan tidak mampu menampung jumlah visitor

Banyak alasan kenapa pengguna hosting yang memiliki trafik lebih dari 100 sering terkena suspend, alasannya adalah agar tidak mengganggu situs lain yang satu server dengan situs milik sendiri. tak heran banyak pengguna yang lebih memilih menggunakan reseller hosting ketimbang menggunakan VPS meskipun spesifikasi hosting shared dengan hosting reseller itu berbeda sedikit.

Jika kalian menggunakan hosting dengan visitor yang lumayan besar, mungkin sangat saya sarankan untuk mengupgradenya ke VPS. kenapa demikian ?, karena terkadang itu dapat melumpuh beberapa fitur dari website seperti menulis artikel blog maupun lain sebagainya. Jangan dipaksakan jika hal ini sudah terjadi karena sekali saja website kalian terkena suspend maka data-data yang tersimpan mungkin saja tidak terselamatkan bahkan tidak ada uang ganti dalam masalah ini.

Website yang kalian miliki berat untuk diproses

Nah ada juga alasan kenapa beberapa script atau software website tertentu tidak boleh dipasang di hosting, agar tidak mengganggu situs lain. ya alasan ini sangat kuat bahkan pihak hosting rata-rata akan mencantumkan kata-kata tersebut di halaman syarat penggunaan hosting.

Pada VPS juga terdapat batasan-batasan tertentu dan tergantung dari provider itu sendiri, ada yang memperbolehkan semua software website dipasang dan ada juga yang tidak. namun lebih baik carilah VPS yang memiliki RAM lebih dari 512MB atau setara, jangan dibawahnya mungkin beberapa komponen seperti MySQL Server dan Apache Server atau Nginx Server tidak akan berjalan dengan optimal di VPS yang kalian gunakan.

Bukan rasa lega yang nantinya kalian dapatkan mungkin rasa kecewa karena sudah membeli VPS yang tidak sesuai dengan website yang dikelolanya.

Pemilik VPS dituntut dapat mengoprasikan VPS

Satu hal yang akan menjadi sorotan penting dari pada dua poin diatas adalah mampunya pemilik VPS dalam mengoprasikan VPS baik dalam bentuk User Interface maupun dalam bentuk text (command line). VPS dengan sistem operasi Windows mungkin tidak akan mendapatkan kesulitan yang berarti karena sudah dilengkapi dengan tampilan Desktop, jadi jika kalian sudah bisa menggunakan XAMPP pada Windows biasa maka di Windows Server kalian tidak akan mengalaminya karena cukup remote desktop.

Namun berbeda dengan pengguna Linux, tidak semua sistem operasi distro linux yang menggunakan desktop seperti Windows Server. Sistem operasi seperti CentOS dan Debian adalah sistem operasi yang menggunakan text (command line) untuk menjalankan servernya, namun pada uBuntu mungkin kalian bisa menggunakan desktop dengan sedikit cara yang tidak begitu ribet.

Eitss, jika kalian tidak mengetahui cara mengoprasikan VPS ada juga provider yang menyediakan VPS Managed. layanan VPS biasanya dibagi dua yaitu Unmanaged dan Managed. jika anda memilih unmanaged maka kalian tidak akan mendapatkan support selain kenapa servernya tidak bisa dihidupkan. namun jika memilih managed kalian akan mendapatkan support secara penuh layaknya menggunakan shared hosting.

Pilih tipe VPS yang sesuai dengan kebutuhan

Selain Unmanaged dan Managed terdapat juga tipe VPS diantara lain yaitu KVM, OpenVZ, dan XEN. ketiga sistem tipe server tersebut memiliki perbedaan tersendiri khususnya OpenVZ yang hanya dapat digunakan oleh sistem operasi Linux saja.

Namun jika kalian ingin mengetahui apa perbedaan KVM, OpenVZ, dan XEN mungkin kalian bisa mencarinya digoogle atau menunggu artikel selanjutnya di Kolombaru.

Sekian artikel yang saya buat, mungkin artikel ini bisa dijadikan referensi dan ingat jangan telat membayar VPS karena jika telat konsekuensinya adalah hilangnya data website yang kalian simpan di VPS sehingga kalian tidak akan mendapatkannya kembali.