21 April 2015 merupakan tanggal dimana google mengupdate algoritmanya yang seluruh sumber menamakan algoritma ini sebagai mobilegeddon, hingga saat ini dampak tersebut masih belum dirasakan karena update tersebut baru saja diterapkan minggu lalu namun ada kemungkinan awal bulan mei akan terasa dampak dari update algoritma ini.

Banyak yang mengatakan bahwa update kali ini adalah update besar untuk mendeteksi bahwa situs yang di index oleh google sudah kompatible dengan perangkat mobile, namun ada juga yang mengatakan bahwa ini adalah pembaruan yang membuat jera para situs yang selalu menjiplak satu artikel secara utuh.

Namun entah apa itu namanya banyak sekali cara yang mungkin kita bisa gunakan untuk menghadapi algoritma terbaru ini, namun pada pembahasan kali ini yang pastinya isi artikel ini tidak sama dengan yang lain akan membahas soal menghadapi algoritma google ini.

Pembahasan menghadapi algoritma google ini ditinjau dari nol yang berarti dari sejak pertama kalinya dibuat sebuah website sampai diluncurkannya secara global dengan bantuan hosting ataupun server.

Website harus 100% selesai jika ingin diluncurkan pada server

Meluncurkan sebuah website pada server memang harus 100% selesai bahkan tidak boleh ada komponen yang tertinggal pada server lokal jika ingin diluncurkan, namun ada saja orang yang memang secara sengaja meluncurkan website yang masih setengah jadi dengan berbagai alasan yang mungkin menurut saya tidak masuk akal untuk diterima.

Perbedaan dari website yang belum sepenuhnya jadi dan sudah sepenuhnya jadi saat diluncurkan memang sangat berbeda, karena biasanya bot google yang biasanya sering mengindex seluruh isi website kita akan menjadi bingung karena adanya perubahan tampilan secara cepat.

Gunakan template responsive

Untuk mengantisipasi algoritma ini menumbangkan situs yang sudah susah payah kita buat lebih baik gunakan template responsive pada website yang kita buat, meskipun ini jauh berbeda dengan situs mobile (halaman khusus pengguna mobile) namun cara ini sangat efektif jika kalian tidak sempat mengerjakan bagian situs mobile.

Bukan hanya itu saja kalian juga tidak perlu membuang banyak halaman untuk membuat situs mobile, cukup menggunakan halaman yang sudah ada maka secara otomatis semua elemen yang ada dalam satu halaman akan beradaptasi dengan lebar area browser.

Cara ini mungkin sangat efektif dan bagus digunakan, namun ada saat tertentu penggunaan template responsive tidak dapat dilakukan seperti contohnya pemasangan gambar dengan ukuran dimensi yang besar. dalam hal ini kalian mungkin akan melihat ukurannya sudah pas pada browser mobile namun jumlah data yang diminta pastinya sama dengan browser desktop.

Pastikan kode meta terisi dengan baik

Kode meta adalah kode yang biasa digunakan untuk mempermudah bot untuk mengindex halaman website yang sedang diproses, kode meta ada berbagai macam jenisnya seperti meta description, meta author, meta keywords, dan meta charset. (untuk lebih lanjut lihat w3school)

kode meta bisa kita hapus pada halaman namun itu mungkin bisa menyulitkan bot untuk mengambil data sebuah halaman pada website kita, maka dari itu pergunakanlah kode meta ini dengan baik dan jangan gunakan konten meta dengan jumlah huruf lebih dari 160 karena itu bisa dianggap sebuah kesalahan oleh bot.

Gunakan schema.org

Kode meta dan kode schema.org itu hampir sama fungsinya yaitu mempermudah bot untuk mengindex halaman website yang sedang diproses, namun perbedaannya hanyalah kita dapat mengkelompokkan setiap konten atau elemen dari sebuah halaman.

Jadi bisa dibilang schema.org adalah kode metanya setiap elemen atau setiap konten, penerapan schema.org ini memang tidak salah dan tidak wajib diterapkan. namun saya menyarankan untuk menerapkan schema.org, karena mungkin saja setiap keyword yang mengandung kata-kata yang berkaitan dengan konten dari sebuah halaman maka google dapat mencarinya secara optimal.

Namun perlu kalian ketahui penggunaan schema.org ini juga dapat mengakibatkan masalah jika penggunaannya tidak tepat, maka dari itu pelajari lebih lanjut tentang schema.org lalu coba kalian verifikasi dengan alat dari google webmaster.

Update konten secara berkala

Setelah website diluncurkan maka tugas terberat pemilik website pada umumnya adalah harus mengupdate konten secara berkala mengapa demikian ?, google setiap bulannya selalu mengupdate data pencariannya sehingga hasil pencarian pada website kita yang awalnya 100 hasil akan bertambah menjadi 200 hasil namun sebaliknya jika kalian tidak pernah mengupdate mungkin saja yang awalnya 100 hasil akan berkurang menjadi 80 hasil.

Bukan hanya itu saja konten yang kalian buat diusahakan harus tidak sama dengan website yang lain karena pada algoritma ini google hanya akan mengindex halaman website yang memiliki konten yang relevan dan unik saja, jadi ada kemungkinan besar jika kalian selalu menyalin artikel dari website sebelah maka website yang kalian salin dan website kalian sendiri tidak akan di index.

Kesimpulan

Memang membangun sebuah website itu butuh sebuah perjuangan dan harus mengikuti trend dari tahun ke tahun, karena belum tentu trend pada tahun 2012 sama dengan tahun 2013 sehingga kalian perlu beradaptasi lagi dengan trend yang baru ini. update algoritma google merupakan bukti perubahan trend pada tahun 2015 yang mungkin menuntut seluruh pemilik website untuk dapat membuat websitenya kompatible pada perangkat mobile dan membuat konten yang unik dan relevan, sehingga apapun caranya jika kalian dapat memenuhi semua itu maka google akan memberikan jalan yang dapat menguntungkan kalian.

Bagaimana apakah artikel ini bisa dijadikan referensi ?