Dalam kasus install - menginstall Windows sering sekali kita menjumpai beberapa masalah yang pastinya membuat seseorang tidak dapat menyelesaikan kasusnya sendiri termasuk perbedaan antara MBR dengan GPT Partition Style, Penerapan MBR dan GPT Partition Style juga memiliki tujuan tersendiri yang pastinya sangat berguna untuk performa hardisk dan OS itu sendiri.

Bagaimana cara mengenali MBR dan GPT ?

Cara mengenali MBR dan GPT memang cukup mudah sekali yaitu dengan cukup melihat apakah PC tersebut masih menggunakan BIOS atau UEFI, BIOS (Basic Input Output System) merupakan salah satu sistem yang mengatur data input dan output secara mendasar. BIOS tidak dapat menggunakan Parititon Style GPT karena Partition Style hanya di rancang untuk UEFI (Unified Extensible Firmware Interface) untuk mengganti BIOS.

Akan tetapi pengguna yang menggunakan UEFI juga dapat menggunakan Partition Style MBR akan tetapi kinerja sistem operasi yang nantinya akan dikerjakan tidak bisa berjalan dengan optimal.

Selain mengenali lewat boot modenya, MBR dan GPT juga dapat kita kenali lewat integrasi sistem operasi biasanya Windows yang menggunakan Partition GPT akan dapat dikenali dengan adanya tampilan startup. Jika pada GPT terdapat logo vendor saja pada saat melakukan proses masuk startup maka pada MBR logo pada proses startup akan menjadi dua seperti logo vendor dan logo windows atau adanya Informasi BIOS dan munculnya logo Windows.

Akan tetapi itu hanya kita bisa lihat pada PC yang bersistem operasi Windows 8x.

Perbedaan MBR dan GPT ?

MBR (Master Boot Record)

MBR standar untuk Master Boot Record. Diperkenalkan dengan IBM PC DOS 2.0 pada tahun 1983.

Ini disebut Master Boot Record karena MBR sektor boot khusus terletak pada permulaan perjalanan. Sektor ini berisi boot loader untuk sistem operasi terinstal dan informasi tentang partisi drive logis. Boot loader adalah sedikit kecil kode yang umumnya beban besar boot loader dari partisi lain pada drive. Jika Anda memiliki Windows yang diinstal, bit awal jendela pemuat boot berada di sini - yang mengapa Anda mungkin harus memperbaiki MBR jika itu ditimpa dan Windows tidak akan boot. Jika Anda memiliki Linux diinstal, pemuat boot GRUB akan biasanya terletak di MBR.

MBR bekerja dengan disk hingga 2 TB dalam ukuran, tetapi tidak dapat menangani disk dengan lebih dari 2 TB ruang. MBR juga hanya mendukung hingga empat partisi primary - jika Anda ingin lebih, Anda harus membuat salah satu partisi utama Anda "partisi extended" dan membuat partisi logis di dalamnya.

MBR menjadi standar industri setiap orang digunakan untuk mempartisi dan boot dari disk.

GUID Partition Table.

GPT singkatan GUID Partition Table. Ini adalah standar baru yang berangsur-angsur menggantikan MBR. Dikaitkan dengan UEFI - UEFI menggantikan BIOS tua kikuk dengan sesuatu yang lebih modern, dan GPT menggantikan MBR tua kikuk partisi sistem dengan sesuatu yang lebih modern. Ini disebut GUID Partition Table karena setiap partisi drive Anda memiliki "global pengenal unik", atau GUID - acak kuat begitu lama bahwa setiap partisi GPT di bumi mungkin memiliki pengenal unik sendiri.

Sistem ini tidak memiliki batas-batas MBR's. Drive dapat jauh, jauh lebih besar dan batas ukuran akan tergantung pada sistem operasi dan sistem file. GPT memungkinkan jumlah yang hampir tidak terbatas partisi, dan batas di sini akan menjadi sistem operasi Anda - Windows memungkinkan hingga 128 partisi pada GPT drive, dan Anda tidak perlu membuat partisi extended.

Pada disk MBR, partisi dan boot data disimpan dalam satu tempat. Jika data ini ditimpa atau rusak, Anda berada dalam kesulitan. Sebaliknya, GPT menyimpan beberapa salinan data ini di seluruh disk, sehingga jauh lebih kuat dan dapat memulihkan jika data correupted. GPT juga menyimpan siklik redundansi check (CRC) nilai-nilai untuk memeriksa data utuh - jika data yang rusak, GPT dapat melihat masalah dan mencoba untuk memulihkan data yang rusak dari lokasi lain pada disk. MBR tidak punya cara untuk mengetahui jika data rusak - Anda hanya akan melihat di sana adalah masalah ketika proses boot gagal atau partisi drive Anda menghilang.

Penggunaan MBR dan GPT

Menggunakan Partition MBR hanya didominasi untuk pengguna yang masih suka menggunakan dua sistem operasi pada satu hardisk atau yang dikenal dengan Dual Boot, namun semua kesalahan yang terjadi karena human error juga akan membuat data-data yang terhapus tidak akan bisa kembali dengan cepat bahkan kapasitas untuk MBR juga dibatasi yaitu mencapai 2TB saja. jadi kamu yang merupakan pengguna rumahan atau pekerja yang masih jauh dari kata professional mungkin sudah cukup untuk menggunakan MBR namun kalian perlu berhati-hati saja jika ingin menghapus data-data yang sifatnya tidak penting ataupun penting sekalipun.

Namun jika kalian adalah pekerja professional yang menangani puluhan klien dengan bobot pekerjaan yang berat dan membutuhkan hardisk yang lebih dari 2TB hingga fasilitas keamanan yang terjamin, maka GPT adalah pilihan yang tepat untuk mengatasi semua keraguan tersebut. namun pengguna rumahan tidak perlu berpacu pada partition MBR karena menggunakan GPT Partition Style juga tidak salah jika kalian menginginkan spesifikasi yang high class.