Tahun ini mungkin menjadi tahun dimana para developer sistem operasi berlomba - lomba untuk melakukan upgrade ke versi terbarunya, bukan hanya Windows, Ubuntu, iOS, OSX, bahkan Android ikut untuk memeriahkan suasana tahun yang penuh peningkatan.

Upgrade besar - besaran yang dilakukan oleh para pengembangnya bukanlah untuk mencari sensasi melainkan karena tren yang dibawa Microsoft yaitu satu OS untuk semua perangkat, ya semua melirik hal itu dan berlomba - lomba untuk membuat hal yang serupa.

Namun hal itu pasti tidak terjadi secara instan melainkan membutuhkan banyak proses, orang - orang yang tidak sabaran ini akan mencari cara untuk mencoba apa sih bedanya OS tersebut ?, kenapa sih dibilang paling bagus dibanding yang lain ?, dan bagaimana sih caranya biar bisa gitu ? :v.

Untuk kawasan smartphone, jika Windows Phone terdapat Windows 10 Mobile yang bisa kamu cicipi padahal belum final dengan menggunakan aplikasi Windows Insider. maka pada Android kamu harus mencari Stock ROM yang memungkinkan kamu untuk mengupgrade atau merubah OS Android kamu agar sesuai dengan yang kamu inginkan.

Tapi tunggu Stock ROM itu apa ya ?

Stock ROM adalah ROM yang ada sudah ada sebelum kamu membeli smartphone tersebut di toko online terdekat dirumah kamu, ROM yang terdapat pada smartphone kamu itu adalah sistem operasi yang terdapat di dalam smartphone yang kamu beli itu. jadi jika tidak terdapat Stock ROM didalam smartphone kamu maka hal yang sudah pasti terjadi adalah HP kamu tidak mau menyala.

Stock ROM ini ada banyak mulai dari ColorOS, MIUI, ZenUI dan lain sebagainya yang tidak bisa disebutkan satu persatu pada artikel ini. nah Stock ROM ini memiliki perbedaan yang signifikan daripada Custom ROM yaitu dengan keamanan yang ekstra ketat, jika kamu menggunakan Stock ROM kamu tidak akan bisa mengubah file sistem yang ada di smartphone kamu.

Makanya ada alasan kenapa kamu harus Flashing ROM jika mau dapat akses ini itu agar smartphone kamu terlihat kinclong dibanding smartphone temen kamu.

Apakah Ngeflashing ROM itu wajar ?

Dalam suatu masalah seperti masalah pada sistem operasi itu sendiri, flashing ROM masih dianggap wajar jika vendor dari salah satu smartphone merekomendasikan untuk melakukan hal tersebut. Contohnya seperti MIUI 7 yang katanya sudah bisa diupdate melalui sistem OTA namun sampai saat ini belum dapat dilakukan, nah karena MIUI 7 ini sudah resmi dirilis maka pihak dari Xiaomi membuat informasi bahwa kamu bisa mengupgrade ke MIUI 7 dengan metode flashing ROM.

Hal itu wajar terjadi dan smartphone kamu tidak akan mengalami masalah jika melakukan itu karena masih masuk dalam standar operasional, tapi disini ada sebuah pengecualian jika hal ini terjadi berulang - ulang dan ini berlaku untuk semua baik Stock ROM maupun Custom ROM.

Kenapa tidak boleh melakukan Flashing ROM secara berulang - ulang ?

Ya seperti apa yang saya bilang tadi melakukan flashing ROM secara berulang - ulang memang tidak baik bagi kesehatan jiwa smartphone, flashing ROM itu bisa dibilang mirip seperti Install Ulang OS jadi dampaknya mungkin akan menyerupai PC yang sering di Install Ulang yaitu :

Dapat memperpendek umur memory internal

Jika PC memory internalnya adalah hardisk yang dapat berputar kesana - kemari, maka di smartphone memory internalnya menggunakan eMMC atau sejenis dengan SD Card namun bentuknya beda.

Dalam proses flashing ROM eMMC atau memory internal pada smartphone kita bekerja sangat keras dalam membaca data yang masuk dari PC, lalu memproses data tersebut, sampai menulis datanya ke dalam memory tersebut.

Jika memory internal eMMC tersebut sudah kecapekkan dalam melakukan tugasnya, maka hal yang sudah pasti terjadi adalah bootloping, bootloping terjadi karena ada data yang kelupaan ditulis pada saat proses flashing terjadi sehingga kamu harus mengulangnya dari awal.

Nah jika hal ini yaitu si flashing dilakukan terus - menerus maka kemungkinan berkurangnya umur eMMC atau si memory internal akan makin tinggi dan jika sudah pada titik jenuh maka ada kemungkinan smartphone kamu tidak bisa booting atau mati total.

Berapa biaya memperbaiki eMMC atau Memory Internal ?

Jika anda sedikit kaya atau tidak bisa meninggalkan kenangan lama di smartphone tersebut, maka biayanya mungkin bisa setengah dari harga belinya. jadi jika kamu beli 1 juta maka kamu harus memperbaikinya dengan harga 500rb, tapi itu tergantung dari jenis memory internalnya.

Ini tidak bisa dijadikan patokan untuk menentukan harga, karena rata - rata kerusakan eMMC atau memory internal ini menghabiskan dana sekitar setengah dari harga smartphonenya.

Baterailah menjadi korban kedua

Selain memori internal yang harganya setengah dari harga smartphone, maka korban kedua dari fenomena flashing ROM ini adalah baterai, ya baterai merupakan bensin dari sebuah smartphone bisa menjadi korban kedua.

Baterai bukanlah barang yang mahal dijual belikan di pasar online, namun keberadaannya yang sangat langka membuat baterai ini sangat penting untuk dijaga. kenapa bisa begitu ?, masalahnya cuman satu yaitu karena panas.

Ya panas adalah salah satu musuh besar baterai dari jaman ke jaman, meskipun anda jemur selama setahun baterai tersebut namun tetap saja baterai tersebut tidak akan terisi. panas smartphone ini bisa membuat umur baterai smartphone kamu menjadi berkurang, bukan hanya itu tragedi iPhone yang meledak pun bisa terjadi jika hal ini tidak di perhatikan.

Fitur - fitur smartphone kamu menjadi tidak seperti dulu

Flashing ROM secara berlebihan justru akan membuat beberapa fitur yang terdapat di smartphone kamu tidak akan berfungsi secara optimal, apalagi kamu sering mencoba menggunakan Custom ROM ini malah lebih membahayakan kesehatan smartphone kamu.

Hal ini akan terbukti jika kamu menggunakan Custom ROM secara acak, namun jika kamu menggunakan Stock ROM mungkin hal ini jarang terjadi tapi ada kemungkinan hal ini akan terjadi di masa depan.

Menghilangkan garansi Smartphone

Yang terakhir dari ketiga bagian yang mengerikan diatas adalah hilangnya garansi yang kita pendam dalam box pembelian smartphone kamu, jika kamu menggunakan Stock ROM ini bukanlah masalah namun jika kamu menggunakan Custom ROM ini yang patut dipertanyakan.

Penggunaan Custom ROM pada dasarnya sudah menyalahi aturan yang telah dibuat oleh pabrikan smartphone, bukan hanya menyalahi aturan terkadang Custom ROM yang membuat Smartphone anda menjadi tidak beres atau tidak berfungsi dengan semestinya.

Kesimpulan

Di akhir artikel saya menyarankan untuk para flasher atau flashing mania untuk mengurangi kebiasaan yang mungkin membuat smartphone anda tidak sehat, jika Flashing ROM dibutuhkan karena adanya kerusakan dari pabrik atau ada pembaruan dari pabrik hal ini boleh kamu lakukan. namun kalau untuk gaya - gayaan, sepertinya kamu harus berpikir terlebih dahulu untuk melakukannya.