Indonesia mungkin adalah penyumbang trafik terbesar di dunia dalam urusan Internet, bukan hanya itu saja pada tahun 2014 pengguna internet menurut sosmedtoday.com diperkirakan mencapai 71 juta pengguna diantaranya 41 juta mengakses internet lewat smartphone dan sisanya mengakses internet lewat komputer pribadi.

Apa saja yang diakses oleh pengguna internet di Indonesia ?

41 juta pengguna internet rata-rata menggunakan internet untuk mengakses situs media sosial antara lain seperti Facebook, Twitter, Path dan beberapa aplikasi sosial media seperti Instagram, Foursquare dan lainnya. Bayangkan jika itu terus meningkat setiap harinya maka bisa dipastikan pengguna internet di Indonesia dapat mengalahkan jumlah penduduk yang telah memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk).

Ternyata pengguna internet masih mengeluh dengan kecepatan internet.

Siapa sangka Indonesia yang memiliki pengguna Internet yang mungkin terbesar di Asia Tenggara memiliki kelemahan dalam hal kecepatan akses internet, Bagaimana bisa ?, karena pengguna yang ada di Indonesia tidak dapat diimbangi oleh infrastruktur yang ada dan baru-baru ini teknologi LTE juga diluncurkan pada akhir tahun 2014 dan awal tahun 2015 oleh beberapa perusahan provider internet di Indonesia.

Akan tetapi itu masih dalam masa percobaan atau masa dimana hanya daerah tertentu yang hanya dapat menggunakan teknologi LTE, bukan hanya itu kecepatan internet LTE juga tidak dapat di rasakan oleh pengguna yang masih menggunakan smartphone yang tidak support dengan jaringan LTE.

Infrastruktur bagus tetapi masih tidak terasa

Infrastruktur sudah bagus akan tetapi kondisi geologis di daerah sekitar tidak mendukung juga menjadi tantangan terberat bagi pemilik provider yang ada di Indonesia, jika pengguna masih menggunakan media kabel itu bukanlah hal yang berat namun bagaimana untuk mereka yang menggunakan nirkabel atau layanan yang ada di smartphone.

Infrastruktur yang bagus juga akan menjadi mitos jika kondisi geologis di daerah sekitar tidak mendukung, maka dari itu butuh biasa ekstra juga untuk menambah beberapa BTS ditempat yang terpencil atau di daerah pegunungan yang menjadi tempat tinggal penduduk.

Iklim dan Bencana adalah gangguan yang tidak bisa diganggu gugat

Iklim dan Bencana adalah salah satu faktor penyebab yang paling tidak bisa dihindari dan tidak bisa dibenahi dengan cara yang biasa, berbeda dengan di luar negeri, di Indonesia mungkin memang sudah ditakdirkan menjadi tempat rawan bencana karena wilayah Indonesia berada di Rings Of Fire (daerah yang memiliki banyak gunung api yang aktif).

Pemulihan infrastruktur internet paska gangguan Iklim dan Bencana juga tidak dapat langsung begitu saja selesai, banyak hal yang harus diperhitungkan bahkan dapat saja merubah kondisi geologis.

Yang terpenting adalah apa keinginan pengguna

Keinginan pengguna juga tidak dapat provider buang begitu saja karena itu hanya dapat membuat pengguna berpindah ke provider lain, untuk saat ini pengguna internet di Indonesia hanya memprioritaskan penggunaan internet untuk sosial media.

Namun tidak semua pengguna Internet juga memprioritaskan penggunaan internet untuk sosial media, contoh saja seperti Pemilik Hosting, Data Centre, bahkan yang paling populer saat ini adalah layanan cloud.

Pengguna juga tidak diperbolehkan mengacu pada satu provider tetapi juga bisa memilih provider lain dengan harga yang pas dan masuk akal, dengan itu pengguna juga dapat menikmati layanan Internet yang lancar dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. maka dari itu provider akan tidak diberatkan oleh pengguna dan dapat membuat infrastruktur yang mereka miliki berangsur-angsur membaik bahkan bisa juga menjadi terbaik di banding negara tetangga.